Posted in Sadness Heart

Pembohong !

“Aku mencintaimu”. 

“Aku benar-benar mencintaimu”.

Sudahkah kau menerima pernyataan hatiku ? Aku tak suka menunggu, jadi jangan membuatku menunggu terlalu lama. Jujur… aku tak mudah menyatakan cinta pada seorang wanita. Dan ini pertama kalinya.

Kau ingat ? Aku pernah menuntun jemarimu pada suatu tempat. Sebuah taman berbentuk hati yang sudah ku persiapkan hanya untuk seorang wanita yang ku cintai. Bahkan ku udarakan ikrar hati tentang aku yang tak akan menunjukkan tempat itu pada siapapun. Hingga aku menunjuk seorang wanita untuk yang pertama kalinya melihat tempat itu. Seorang wanita yang ku percayai hatinya. Seorang wanita yang sudah berani menggoyahkan perasaanku. Seorang wanita yang selalu ada dalam fikiranku. Seorang wanita yang tak lain adalah kamu. Yang sekarang menjadi kekasihku.

Aku terpesona dengan tingkah lucumu. Aku tersihir dengan senyuman manis yang kau latarkan. Aku takjub dengan ketegaran dan kelembutan hatimu yang mengalahkan sutera.  Semuanya tentangmu berseri indah terlalu dalam di hatiku. Awalnya aku tak percaya dengan apa yang tengah aku rasakan. Siapa kau ? Berani sekali seorang wanita biasa menggetarkan perasaanku. Tangguh sekali seorang bebek menyihir dirinya jadi angsa di hadapanku. Hingga membuat pandanganku tak bergeming sedikitpun.

Seperti apa dan bagaimana jauhnya perbedaan antara aku dan kau, aku tak perduli ! Aku menginginkanmu, bukan berarti menuntutmu menjadi seperti apa yang ku inginkan. Aku memilihmu, bukan berarti memaksamu mencintaiku. Aku tau semuanya butuh waktu. Dan aku mencintaimu, karena hatiku memaksaku melihat hatimu.

Apa yang kau lakukan ? Pura-pura tak melihatku dan berlalu bersama seseorang yang tengah kau gandeng mesra. Bagaimana dengan hatiku ? Kau terima tanpa raut bahagia dan kau campakkan dengan senyuman manis. Kenapa aku tak pernah mendengarmu membalas perasaanku ? Malah ku dengar kau membalas perasaan seseorang yang bukan aku. Jika orang lain yang kau cintai, kenapa kau tersenyum saat aku menunjukkan sebentuk hati padamu ? Bahkan kau hilangkan sebuah benda yang pernah ku berikan dengan segenap hatiku padamu.

Aku percaya pada hatimu ! Aku mengerti kau butuh waktu untuk menerima hatiku ! Tapi tak begini caranya. Menerima hati yang lain, gurauan mesra yang tak pernah kau tunjukkan padaku, perhatian manis yang tak pernah ku dapatkan darimu. Semuanya perlahan menyakitiku. Aku memang seorang laki-laki, tapi bukan berarti aku selalu kuat saat melihat cintaku terkhianati.

seorang laki-laki yang kau hianati ketulusannya,

kau lumpuhkan penantiannya,

dan kau bunuh perasaannya.

Advertisements

Author:

An ordinary girl :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s