Posted in Surat

Sepucuk Surat Untuk Mama

46770-dear-mom-i-love-you

 

Izinkan secarik kertas dan goresan tinta ini mewakili perasaanku untuk mama…

Dear, Mama…

Apa kabar, Mama ? Semoga kau selalu dalam lindungan Tuhan dan baik-baik saja seperti aku disini. Seandainya kau tau, aku sangat merindukanmu, Ma. Aku ingin seharian di pelukanmu. Aku ingin kau yang menjaga tidurku. Aku ingin waktu begitu lambat saat aku bersamamu.

Mama…

Hari itu tepat waktu Mama dengan penuh perjuangan membuatku terlahir ke bumi ini. Aku hanya bersama Ayah, keluarga Ayah dan DIA ( ibu tiriku ). Ada segudang senyuman yang kurang di hari itu. Kenapa kau tidak datang ? Padahal hari itu sangat bermakna dalam hidupku. Hari dimana aku harus membayangkan saat-saat kontraksi yang begitu hebat mengguncang rahimmu, Ma. Aku membayangkan linangan air mata yang sengaja kau tahan demi aku. Aku pun membayangkan senyuman kebahagiaanmu saat Tuhan akhirnya memberiku kehidupan.

Tidak taukah kau, Ma ? Aku selalu menangis dalam senyumanku melihat diriku yang berdiri tanpa Mama ( Ibu Kandungku ). Kenapa aku tak tumbuh dari tanganmu saja ? Kenapa harus mereka ( Orang tua Ayah ) yang seakan menjadi orang tuaku ? Aku rindu suaramu yang selalu bernyanyi saat aku akan terlelap. Aku rindu jemarimu yang akan mengusap air mata ku saat dunia memaksaku menangis. Aku rindu sentuhan lembut itu saat aku terjatuh. Aku rindu ocehan-ocehan bermakna seorang ibu. Aku rindu semuanya dari Mama.

Mama…

Aku iri ketika pandanganku tertuju pada seorang ibu yang sedang merangkul anaknya dengan penuh kasih. Ada petir yang menyambar relung perasaanku. Ada teriakan menggema yang menembus dinding hatiku. Kapan aku dipeluk bidadari seperti Mama ? Kapan aku dapat kehangatan kasihmu ? Lihat aku, Ma. Aku sangat merindukanmu. Aku terbayang saat Ayah dengan tegasnya tak mengizinkanku bersamamu. Aku tak berdaya melawan permintaan ayah. Aku sayang Ayah. Aku juga cinta Mama. Seandainya sebentuk hati yang kalian genggam tak terpecah begitu saja. Seandainya takdir tak memaksa kalian berjalan ke arah yang salah. Mungkin semua mimpiku akan jadi kenyataan. Mungkin tak ada guratan kerinduan yang terlalu dalam menyakitiku.

Mama…

di setiap do’a dalam sujudku, tak hentinya aku memohon pada Tuhan untuk selalu membuat Mama bahagia. Meskipun kau tak pernah melihatku. Jauh di waktu sebelumnya, aku sering meminta pada Tuhan untuk menyatukan Ayah dan Mama kembali. Tapi aku sadar, mustahil menyatukan kembali dua serpihan hati yang telah terjalani masing-masing dan tumbuh menjadi hati yang baru seutuhnya. Adakah seorang makhluk yang membantuku menangis untuk bisa bertemu Mama ? Adakah perasaan Mama yang merindukan aku begitu dalam ? Aku membeku dalam dinginnya malam tanpa kehangatanmu. Aku berkutik dengan sesal yang terlahir tanpa keutuhan dua orang yang akan aku sebut “orang tua kandung”. Namun sedikitpun aku tak pernah menyesal telah terlahir dari rahim Mama. Aku tak pernah menuntut Mama melihat tangisanku.

Ma…

Meskipun aku tak tumbuh dari tanganmu sendiri. Meskipun aku tersenyum tanpa belaian kasihmu. Mama tetap mamaku. Mama yang telah membuatku terlahir ke bumi ini. Aku rindu Mama. Aku sayang Mama. Aku sangat mencintaimu, Ma. Aku percaya kau juga pasti sangat menyayangiku. Namun mungkin dengan cara Mama yang tak ingin aku ketahui.

Dari seorang anak yang selalu bersyukur telah terlahir dari rahim mu, 

yang selalu membencimu saat kau mengabaikannya begitu saja.

 

Advertisements

Author:

An ordinary girl :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s