Posted in List "Tentang Perasaan"

Selamat Tuan Pembohong !

wallpaper-hd-tumblr-3

 

Wanita iblis ?

Di sinilah aku sekarang, termenung di balik jendela kamar yang basah oleh percikan hujan senja. Aku hanya bisa tersenyum sinis diantara buliran air terkutuk yang keluar dari mataku. Sebenarnya siapa yang tolol dalam hal ini sampai membiarkan seorang wanita iblis melenggang bahagia di tengah cerita kita ?

Aku memilih “percaya” untuk berdampingan dengan “cinta”

Waktu itu sudah sangat jelas ku katakan padamu bahwa aku mencintaimu dengan tulus, dan aku memutuskan untuk HANYA mempercayaimu. Aku sudah tidak perduli dengan ucapan teman-temanku yang mengataimu kelinci berkedok merpati, ataupun lebah penghasil racun. Aku bahkan menutup telingaku dari bisikan mereka yang mengatakan “Jangan lanjutkan atau kamu akan terluka”. Yang aku perdulikan saat itu kamu mencintaiku, aku mencintaimu, dan kita saling percaya satu sama lain. Selesai.

Sekali cinta ya tetap cinta. Masa bodoh dengan tokoh lain diantara cerita kita.

Sejauh ini tidak pernah ada yang bisa membuatku mempertipis perasaanku untukmu. Aku selalu mencintaimu. Semuanya tetap sama meskipun beberapa kali kamu menuduhku bersama lelaki lain. Sekalipun wanita iblis itu mengaku bahwa dia jauh lebih mengenalmu dan kamu memanggilnya dengan sebutan yang lebih romantis dibandingkan aku , bahkan dengan senyuman mengerikannya dia mengatakan bahwa dia lah yang spesial, dan aku lah yang rendahan. Tapi itu tetap tidak bisa merubah perasaanku.

Sekali cinta ya tetap cinta. Itu adalah prinsip ku.

Cih, wanita iblis mana ada yang tau malu !

Aku tertawa mengejek dan memandangnya rendah saat wanita iblis itu memperkenalkan dirinya sebagai kekasihmu. Sedalam aku mempercayaimu dan manisnya hubungan kita rasanya mustahil kamu akan mengkhianati kepercayaanku. Jadi aku berfikir dialah yang tidak tau malu memeluk lenganmu dengan paksa, dialah predator yang merebut segenap perhatianmu, dan dialah yang mengerlingkan mata iblisnya untuk membuatmu terpesona dengannya.

Ingin aku berteriak di depan wajahnya, “Dasar wanita gila !”

Begitukah caramu menjaga kepercayaan seseorang yang begitu tulus mencintaimu ?

Aku baru tau kalau kesibukan yang kamu maksud akhir-akhir ini adalah menghabiskan waktu bersama yang lain. Aku berusaha gila-gilaan untuk tidak meributkan kesibukanmu, karena aku ingin menjadi seseorang yang selalu bisa mengerti kamu. Aku masih bisa berdamai dengan perasaanku saat apa yang kamu lakukan membuatku merasa menjadi wanita yang paling idiot. Aku bahkan sengaja berpura-pura angkuh dengan apa yang sebenarnya terjadi. Karena jauh di dalam cinta dan kepercayaanku tidak ada sedikitpun terselip keraguan tentang kamu yang akan menyakitiku.

Sampai hari itu kamu mengakuinya sendiri.

“Aku akan jujur.” Begitu katamu dengan wajah memelas yang membuatku muak.

Aku tersenyum sinis, “Aku butuh kejujuran itu kemarin. Bukan sekarang, setelah kejujuran yang kamu maksud itu berbicara sendiri di depan mataku.”

“Maaf.”

“Bukan itu jawaban yang aku inginkan, bodoh !”

Ternyata kamu bukan orang yang pantas dipercaya dan dicintai sedalam itu

Goresan luka yang aku terima memang tidak merubah apapun tentang perasaanku. Tapi fatalnya luka itu berhasil melumpuhkan kepercayaanku. Aku bertahan mempercayaimu di atas hujatan teman dekatku sendiri. Aku tidak ingin perduli dengan kamu yang penuh dusta. Aku tidak ingin perduli dengan seberapa sempurnanya caramu menyakitiku. Aku hanya ingin kamu yang ku kenal dengan sejuta warna yang indah, bukan kamu yang bersembunyi di balik topeng kegelapan. Namun ternyata kamu bukan orang yang pantas untuk menjaga kepercayaanku dan mendapatkan cintaku sedalam itu.

Selamat, Tuan pembohong ! kamu berhasil menghancurkan kepercayaanku.

Bukankah lebih menarik untuk dikenang suatu cerita yang berawal indah dan berakhir happy ending ?

Sepertinya memang ini sudah saatnya cerita yang kita tulis menemui endingnya. Namun sebelumnya perbolehkan aku mendapatkan beberapa hal darimu. Untuk sebentar saja, perlakukan aku seperti di saat kamu menganggapku satu-satunya wanita yang lebih dari sekedar teman biasa. Genggam tanganku selagi kita masih dalam status dimana kamu bisa bebas menggenggam tanganku. Aku hanya tidak ingin kita berada di jalan yang berbeda dengan perasaan yang mengenaskan. Setidaknya ada hal manis yang menjadi kenangan terakhir yang bisa ku gunakan untuk mengenangmu suatu hari nanti.

Kita membuat cerita dengan awal yang sangat indah. Karena itu aku ingin kita mengakhirinya dengan indah juga, (meskipun aku tau sulit untuk melakukannya di tengah luka yang bersarang).

Advertisements

Author:

An ordinary girl :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s