Posted in Surat Untuk Mas Ku (The Series)

Surat Untuk Mas Ku (Series 3) – Hanya Kamu

 

Mataram, 03 Desember 2015

#Jangan khawatir, Mas. Di sela-sela kesibukanku, masih ada kamu.

Mas, aku ingin berterimakasih karena kamu sudah mengizinkanku mengaktifkan kembali akun facebook ku. Setelah sekian lama aku tidak beraktivitas di profilku, dan melihat aktivitas teman-temanku di beranda.

Tapi kamu jangan marah ya, mas. Jika suatu ketika kamu melihat ada comment-an laki-laki lain di status ku, ataupun sapaan manis mereka di wall ku. Kamu hanya harus percaya padaku, mas.

Setampan apapun para lelaki di luar sana, dan sehebat apapun mereka. Kamu selalu jadi yang pertama untukku.

Aku ingin jujur, mas. Beberapa waktu lalu ada seseorang yang mengajakku menikah. Dia menjanjikanku banyak hal yang tidak pernah kamu janjikan. Tapi aku tidak tertarik dengan tawarannya. Aku hanya akan setia denganmu, mas. Aku yakin janji yang “dia” lontarkan belum tentu benar-benar ditepati. Sebanyak dan seindah apapun janjinya, ucapanmu selalu yang pertama, mas.

Mas, dia memang berbeda denganmu. Kamu sering menuntutku harus begini dan begitu, seperti aku bukan diriku yang sebenarnya. Sedangkan dia adalah kebalikanmu. Dia membebaskanku melakukan apapun yang ku inginkan. Tapi meskipun aku risih dengan penuntutanmu, aku percaya itu adalah cara terbaik untukmu mengubahku menjadi seorang perempuan yang lebih dewasa, dan lebih tau bagaimana kodratnya sebagai seorang muslimah sejati.

Kamu kapan pulangnya, mas ? aku kangen. Semakin hari, rasa khawatir itu terus membayangiku. Aku khawatir banyak perempuan di luar sana yang menggodamu, meskipun aku percaya kamu akan sulit tergoda.

Seandainya kamu ada di sini bersamaku, mas. Aku akan bersandar di bahumu. Aku ingin berbagi segala masalah yang tengah melandaku. Ada banyak hal yang ingin ku ceritakan padamu, mas. Jika terus ku tulis seperti ini, mungkin akan menghabiskan banyak lembaran kertas kosong yang tak berdosa hanya untuk menumpaskan segala keluh kesalku selama menunggumu.

Aku yakin ini adalah salah satu cara-Nya untuk menguji sejauh mana kesabaran dan kesetiaan hati kita sebelum akhirnya Allah merestui hubungan kita, mas. Menjadikanku seseorang yang akan menemani tidurmu, melepaskan segala lelahmu sehabis pulang dari kantor, menjadi seseorang yang akan kamu nikmati wajahnya setiap kamu bangun tidur di pagi hari, menjadi seseorang yang akan melahirkan dan membesarkan anak-anakmu kelak, dan seseorang yang akan mendampingimu hingga nafas terakhir.

Dariku,

Yang tidak pernah berhenti untuk menyelipkan bait-bait kerinduan padamu.

Advertisements

Author:

An ordinary girl :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s