Posted in Surat Untuk Mas Ku (The Series)

Surat Untuk Mas Ku (Series 4) – Aku percaya kamu

 

Mataram, 08 September 2016

 

Mas, apa kabar bulan ini ? kamu disana baik-baik aja kan ? makanmu teratur kan, Mas ? aku khawatir dengan keadaanmu. Aku ingin selalu ada untukmu, Mas.

Ini sudah sekian hari sejak kamu memutuskan untuk meniadakan komunikasi di antara kita. Sampai saat ini aku belum bisa ikhlas menerima keputusanmu, Mas. Sekalipun aku mengerti kamu melakukannya untuk menempuh jalan yang benar, tapi perasaan dan fikiran yang selalu ingin mendengar dan mengetahui kabarmu dari jauh sangat menyiksaku.

Itu membuatku sering menghabiskan waktu dengan teman-temanku, Mas. Aku merasa ada yang hilang ketika kamu tiba-tiba meniadakan komunikasi itu. Jelas saja. Karena sebelumnya aku yang selalu mendengar suaramu dari jauh dan tenggelam dalam percakapan seru bersamamu, sekarang sudah tidak bisa berkomunikasi denganmu.

 Namun jika memang dengan meniadakan komunikasi membuatmu tetap nyaman denganku, maka aku akan berusaha melakukannya, Mas.

Mas, kamu ingat waktu kita bertemu awal juli yang lalu ? kamu datang dengan senyuman. Kemudian kamu berkunjung ke BTN tempatku tinggal. Tidak ada yang berubah darimu, hanya saja kamu semakin tampan. Dan itu membuatku harus selalu siap untuk cemburu dengan perempuan-perempuan yang akan melirikmu dengan kagum. Kamu tau, Mas ? aku diam-diam mengabadikan sosokmu dengan kamera handponeku dalam berbagai ekspresi ketika kamu sibuk berbicara dengan kakakku. Sekarang aku jadi suka senyum-senyum sendiri setiap kali melihat fotomu itu.

Kita memang jauh, Mas. Tapi kamu selalu memenuhi ruang di hatiku. Karena kita berada dalam sebuah takdir hati yang bernama cinta.

Jadi bagiku, cinta ya cinta. Tidak perlu mempermasalahkan jarak dan waktu. Bagaimanapun semua itu akan terkikis perlahan, dan akhirnya akan menemukan kebahagiaan sejati.

Mas, tak apa jika aku harus menunggu lebih lama lagi. Mungkin sekarang kamu masih butuh waktu untuk memikirkan dan mempersiapkan hal-hal terbaik di masa depan. Tapi aku minta satu hal, jangan pernah menyuruhku untuk memilih bertahan atau melepaskan. Karena entah sampai kapanpun aku tidak akan bisa menemukan seseorang dengan sosok sejati sepertimu. Aku sudah menyerahkan segenap perasaanku untuk kamu miliki, Mas. Cukup bilang semuanya akan baik-baik saja, maka semuanya akan baik-baik saja.

Aku sedang berusaha untuk tidak terus-menerus menuntutmu menikahiku, Mas. Bukan karena aku ingin menyerah atasmu, tapi karena aku mempercayaimu dan lebih menghormati segala keputusanmu di atas perasaanku. Maafkan aku jika sampai saat ini egoku selalu menyudutkanmu, Mas. Itu karena aku terlalu menyayangimu.

Jika ditanya siapa yang paling takut kehilangan pasangannya, maka jawabannya adalah AKU.

Aku sangat percaya dengan indahnya rencana Allah, Mas. Tapi aku tetap seorang perempuan yang takut kehilangan seorang lelaki yang ku cintai. Aku sangat takut jika seandainya kita tidak digariskan dalam satu takdir. Karena itu aku tidak pernah lupa untuk menyertakan namamu dalam setiap ibadahku kepada Allah agar aku dijadikan seseorang yang akan dihalalkan untukmu, dan kamu yang dihalalkan untukku.

Do’aku selalu menyertai langkahmu, Mas. Aku selalu mencintaimu :’)

Advertisements

Author:

An ordinary girl :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s