Posted in Surat

Selembar Surat Untuk Penjaga Hatiku

 

Gunung Sari, 11 Oktober 2016

 

Untuk seseorang yang kumiliki hatinya.

Enam tahun lalu aku tidak sengaja berkenalan denganmu via facebook. Lambat laun perkenalan itu menjadi semakin dekat dan sampai pada sebuah hubungan yang bernama ‘pacaran’. Lebih tepatnya backstreet.

Awalnya aku biasa-biasa saja. Aku menganggap hubungan kita hanya sebuah status belaka. Karena memang waktu itu aku masih labil dan hanya ingin bermain-main dengan apa yang namanya perasaan. Tidak ada perlakuanmu yang membuatku merasakan hal spesial. Kamu sama saja dengan teman-temanku yang lain, gombal seperti biasanya dan sok perhatian padaku. Kamu bahkan punya kekasih yang bukan hanya aku.

Namun setelah cukup banyak waktu yang kita jalani, perlahan aku merasa nyaman dengan perhatianmu. Ada rasa yang tak ingin kehilangan semua candaan lucu dan sikapmu yang hangat. Apalagi saat kamu juga merasa nyaman denganku sampai kamu memutuskan hubunganmu dengan kekasihmu yang lain. Saat itu aku merasa benar-benar dihargai dan dihormati keberadaannya.

Ungkapan yang mengatakan bahwa ‘dunia tak selebar daun kelor’ itu benar adanya. Terbukti dari fakta yang ternyata kamu adalah teman baik dari seseorang yang ku panggil kakak. Itu seakan seperti sebuah lampu hijau yang membuatku semakin percaya diri untuk melanjutkan hubungan kita. Aku bahkan seperti menemukan sosok kakak sekaligus kekasih yang bisa menjagaku dan selalu ada setiap kali aku butuh.

Sikapmu yang selalu bisa diandalkan dan kenyamanan yang selalu kamu hadirkan membuatku bahagia bisa menjadi seseorang yang kamu anggap spesial.

Aku suka dengan kesederhanaan yang kamu miliki. Karena kesederhaan itulah yang membuatku merasa dilengkapi.

Aku tidak butuh seseorang dengan wajah yang luar biasa indah, sehingga setiap kali menatapnya banyak orang akan terkagum-kagum. Bagiku kesempurnaan dari sebuah hubungan itu  bukan terletak dari bagaimana caranya saling menatap, tapi hubungan itu akan sempurna saat dua pemilik hati itu saling mengerti dan menghargai perasaan pasangannya.

Selama 6 tahun kebersamaan kita, terimakasih sudah mencintaiku. Terimakasih banyak karena kamu sudah menjaga kepercayaanku. Terimakasih karena kamu sudah berusaha membuatku untuk tidak bosan berada di dekatmu. Bahkan aku bangga dengan ketulusanmu yang rela menjemputku setiap kali aku pulang malam. Terimakasih sudah menjadikan keluargaku sebagai keluargamu juga.

Untuk saat ini tidak ada yang bisa ku berikan sebagai imbalan atas semua kebaikanmu, hanya terimakasih yang terdalam dari hatiku untuk semua yang selama ini sudah kamu berikan padaku.

Namun jika memang suatu hari nanti aku ditakdirkan untukmu dan kamu untukku, maka saat itu aku akan memberikan seluruh duniaku di bawah kakimu.

Dari seseorang yang kamu miliki hatinya.

 

Advertisements

Author:

An ordinary girl :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s